Dua gol Victor Osimhen membawa Galatasaray menang 3-1 atas Bodo/Glimt di Liga Champions UEFA (UCL). Tim Turki ini mencatatkan dua kemenangan beruntun di kompetisi Eropa setelah hanya menang satu kali dari 18 pertandingan babak utama sebelumnya.
Suporter tuan rumah yang sudah riuh di RamsPark akhirnya bersorak hanya tiga menit setelah pertandingan dimulai, ketika Mario Lemina memberikan umpan terobosan kepada Osimhen yang menaklukkan Nikita Haikin dengan penyelesaian yang akurat.
Tim tamu terus kesulitan menghadapi intensitas permainan Osimhen dan tim-tim di sekitarnya, dengan sang striker menyundul dua umpan silang Leroy Sané tetapi berhasil ditepis Haikin.
Bodo/Glimt akhirnya mulai menyerang dan sempat menguasai bola yang disambut siulan dari tribun penonton, meskipun mereka masih belum mampu menguji Uğurcan Cakır.
Osimhen kembali mengingatkan akan ancamannya saat ia menerkam ketika Odin Bjortuft gagal menghalau umpan silang Ismail Jakobs dengan meyakinkan, meskipun Haikin sama sigapnya untuk menghentikan usahanya.
Kiper tersebut benar-benar tak berdaya di menit ke-33, ketika Osimhen memanfaatkan umpan balik lemah Fredrik André Bjørkan dengan mengecoh Haikin dan menggeser bola ke gawang kosong.
Peluang muncul di sisi lain sebelum jeda ketika Jens Petter Hauge melepaskan tembakan melebar setelah Roland Sallai direbut Sondre Brunstad Fet, yang kemudian membentur tiang gawang dari jarak jauh.
Tim asuhan Kjetil Knutsen terus menunjukkan intensitas setelah babak kedua dimulai, dengan Bjorkan memulai serangan ambisius sebelum melepaskan umpan kepada Sondre Auklend, yang tembakannya diblok.
Mereka masih mendapat peringatan keras beberapa saat kemudian, ketika Osimhen dan Yunus Akgun sama-sama melewatkan kesempatan menembak sebelum Sané digagalkan.
Namun, tim tamu gagal memanfaatkannya, dan Haitam Aleesami direbut oleh Osimhen di tepi kotak penalti, yang kemudian dimanfaatkan Akgun untuk menaklukkan Haikin pada percobaan kedua.
Fredrik Sjovold adalah pemain Bodo/Glimt berikutnya yang memberikan bola kepada Osimhen, tetapi ia mundur untuk memblok tembakan kedua sang striker setelah tembakan pertamanya berhasil ditepis.
Tim tamu akhirnya mencetak gol pada menit ke-76 melalui sundulan Andreas Helmersen yang memanfaatkan umpan silang Bjorkan.
Meski begitu, tak ada keraguan bahwa Galatasaray akan mencatat kemenangan ke-21 dari 23 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, sekaligus melanjutkan respons tegas atas kekalahan telak mereka dari Eintracht Frankfurt di laga pembuka fase liga UCL.
Mereka juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Bodo/Glimt dalam lima pertandingan di fase liga Eropa, sehingga tim Norwegia itu hanya mengoleksi dua poin.