Diego Costa Kritik Antonio Conte dan Ungkap Ketegangan di Chelsea

Diego Costa Kecam Antonio Conte: “Dia Tidak Punya Kualitas Manusia untuk Melatih Klub Besar”

MADRID – Mantan ujung tombak Chelsea, Diego Costa, kembali memicu kontroversi dengan melontarkan kritik pedas terhadap mantan manajernya, Antonio Conte. Pemain internasional Spanyol kelahiran Brasil tersebut mengungkapkan rasa frustrasinya selama musim terakhirnya di Stamford Bridge, serta mengklaim bahwa ia merasa tidak pernah benar-benar disukai oleh manajemen klub meskipun kontribusinya besar dalam meraih gelar juara.

Akar Permasalahan: Pesan Singkat yang Mengakhiri Karier Perselisihan ini bermula dari pesan teks (SMS) terkenal yang dikirimkan Conte kepada Costa pada tahun 2017, yang menyatakan bahwa sang striker tidak lagi masuk dalam rencananya. Costa menyebut cara tersebut sebagai tindakan yang pengecut dan tidak profesional.

“Seorang pelatih harus memiliki kepemimpinan yang lebih dari sekadar taktik. Conte tidak memiliki kedekatan manusia dengan para pemainnya,” ujar Costa dalam sebuah wawancara terbaru. “Dia adalah pelatih yang hebat secara teknis, tetapi cara dia menangani orang sangat buruk. Di Chelsea, saya merasa seperti orang asing di rumah sendiri setelah semua yang saya berikan.”

Ketegangan di Internal Klub Costa juga mengungkapkan bahwa ia merasa tidak mendapatkan dukungan yang layak dari petinggi klub saat itu. Meskipun ia merupakan top skor tim yang membawa Chelsea meraih gelar Premier League musim 2016/2017, Costa merasa hubungan pribadinya dengan beberapa pihak di manajemen selalu tegang.

“Saya tahu mereka (klub) ingin menyingkirkan saya. Itu bukan hanya tentang Conte, tapi suasana di sana membuat saya merasa tidak disukai. Mereka memperlakukan saya seperti seseorang yang hanya lewat, padahal saya telah menaruh hati saya di setiap pertandingan,” tambahnya.

Warisan yang Terbelah Selama masa baktinya di London Barat, Diego Costa mencetak 52 gol dalam 89 penampilan Premier League dan memenangkan dua gelar liga. Namun, kepergiannya yang penuh drama ke Atletico Madrid meninggalkan luka yang dalam bagi kedua belah pihak.

Komentar terbaru ini kembali menegaskan bahwa meskipun sukses di lapangan, era kepemimpinan Antonio Conte di Chelsea penuh dengan gejolak internal yang akhirnya merusak hubungan klub dengan salah satu penyerang terbaiknya dalam satu dekade terakhir.

Leave a Comment