
Jeremiah St. Juste Resmi Kembali ke Feyenoord Setelah Hampir Tujuh Tahun
ROTTERDAM – Setelah hampir tujuh tahun melanglang buana di liga-liga top Eropa, bek tangguh Jeremiah St. Juste akhirnya resmi kembali ke pangkuan Feyenoord. Kepindahan ini menandai babak baru bagi sang pemain yang pernah menjadi idola publik De Kuip sebelum memulai karier internasionalnya.
St. Juste, yang meninggalkan Rotterdam pada tahun 2019, kembali ke klub asalnya setelah melalui berbagai pengalaman berharga bersama Mainz 05 di Bundesliga dan Sporting CP di Portugal. Kehadirannya diharapkan menjadi suntikan tenaga dan pengalaman yang krusial bagi lini pertahanan tim asuhan Brian Priske.
Pengalaman dan Kematangan Saat meninggalkan Feyenoord tujuh tahun lalu, St. Juste dikenal sebagai talenta muda dengan kecepatan luar biasa. Kini, ia kembali sebagai pemain yang jauh lebih matang. Pengalamannya berkompetisi di Liga Champions dan menghadapi penyerang-penyerang top Eropa menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan Feyenoord untuk bersaing di papan atas Eredivisie.
“Senang rasanya bisa kembali ke tempat di mana semuanya terasa seperti rumah. Saya telah belajar banyak selama beberapa tahun terakhir, dan saya ingin menggunakan pengalaman itu untuk membantu Feyenoord meraih trofi,” ujar St. Juste dalam sesi perkenalannya.
Strategi Jangka Panjang Feyenoord Langkah manajemen Feyenoord memulangkan St. Juste dinilai sebagai strategi cerdas untuk menjaga kedalaman skuad. Dengan jadwal kompetisi yang padat, profil St. Juste yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih.
Poin-poin penting dalam transfer ini:
- Durasi Kontrak: Dikabarkan menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun hingga 2029.
- Faktor Kecepatan: St. Juste tetap memegang predikat sebagai salah satu bek tercepat, aset penting untuk skema garis pertahanan tinggi.
- Kepemimpinan: Ia diproyeksikan menjadi salah satu sosok pemimpin di ruang ganti bagi para pemain muda.
Sambutan Hangat Suporter Kepulangan St. Juste disambut meriah oleh para pendukung setia Legioen. Mengingat kontribusinya di masa lalu, kembalinya bek berusia 29 tahun ini diharapkan dapat membangkitkan nostalgia sekaligus memberikan dampak instan pada performa tim di sisa musim ini.
Dengan kembalinya sang “sprinter” ke lini belakang, Feyenoord kini memiliki salah satu pertahanan paling atletis di Belanda.