Dalam wawancara eksklusif, pelatih berpengalaman Dylan Kerr menyatakan Nigeria bukan favorit juara Piala Afrika, sekaligus memberikan kritik pedas terhadap performa Afrika Selatan – komentar yang memicu perdebatan panas jelang turnamen.
Analisis Kontroversial dari Pengamat Berpengalaman

Dylan Kerr, pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman luas melatih di Afrika termasuk di Tanzania dan Kenya, membuat pernyataan mengejutkan saat ditanya tentang favorit juara Piala Negara-Negara Afrika (AFCON) 2025. Alih-alih menyebut Nigeria yang memiliki skuad berbintang atau Afrika Selatan sebagai juara bertahan, Kerr justru menyebutkan nama-nama lain yang menurutnya lebih layak.
“Jika Anda bertanya apakah Nigeria bisa memenangkan AFCON, jawaban saya adalah tidak dalam kondisi mereka saat ini,” kata Kerr tegas. “Mereka memiliki pemain-pemain individu yang brilian, tapi sebagai tim, ada terlalu banyak masalah yang belum terselesaikan.”
Kritik Terstruktur untuk Super Eagles
Kerr merinci beberapa alasan mengapa Nigeria, juara AFCON tiga kali, tidak layak menjadi favorit:
1. Masalah Taktis yang Kronis
“Nigeria telah berganti pelatih beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Setiap pelatih membawa filosofi berbeda, dan tidak ada kontinuitas dalam identitas permainan. Mereka bergantung terlalu banyak pada bakat individual, bukan sistem yang matang.”
2. Ketidakstabilan di Lini Belakang
“Pertahanan mereka masih sangat rentan terhadap serangan balik cepat. Di level AFCON di mana semua tim mengetahui kelemahan lawan, ini bisa menjadi masalah fatal di pertandingan eliminasi.”
3. Mentalitas yang Dipertanyakan
“Timnas Nigeria sering tampil tidak konsisten. Mereka bisa mengalahkan tim kuat, lalu kalah dari tim yang secara kertas lebih lemah. Ini menunjukkan masalah mental, bukan masalah kualitas pemain.”